berita utamaSenin, 5 Oktober 2009 11:57 WIB (188 Dibaca)
Alex Noerdin-Sisno Terbang Ke Padang![]() PALEMBANG, SRIPO — Rapat koordinasi yang berlangsung Kamis malam (1/10) dipimpin langsung Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di Griya Agung, memutuskan Sumsel siaga bencana gempa. Langkah ini diambil, menyusul rentetan gempa yang melanda Sumbar (7,6 SR) dan disusul Jambi (7,0 SR) yang merupakan provinsi terdekat Sumsel.
“Musibah tidak bisa diramalkan kapan akan terjadi. Namun hal yang terbaik adalah bersiap mengantisipasi jika musibah itu terjadi,” kata Alex Noerdin kepada wartawan, Jumat (2/10) sebelum terbang ke Padang bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Sisno Adiwinoto dengan menggunakan pesawat khusus, King Air 350 pukul 10.00.
Kewaspadaan Sumsel cukup beralasan melihat alur gempa susulan di Jambi yang merupakan provinsi terdekat Sumsel. Bahkan tiga daerah yang menjadi perhatian pemerintah adalah Kabupaten Empat Lawang, Pagaralam dan Musi Rawas (Mura), yang merupakan pelintasan alur gempa.
“Kalau kita sanggup membantu daerah lain maka kita harus sudah siap. Jika tidak, kita kecolongan,” katanya.
Kendati berstatus waspada, Alex Noerdin mengimbau masyarakat di Sumsel untuk tetap berdoa agar musibah gempa tidak terjadi di Sumsel.
Keberangkatan ke Padang dengan pesawat King Air 350 berkecepatan jelajah 250 knot, ditempuh selama 90 menit untuk memberikan dukungan kepada tim medis Sumsel yang saat ini telah mendirikan rumah sakit lapangan di Universitas Andalas.
“Kita akan melihat apa yang dibutuhkan tim kita untuk membantu masyarakat Minang,” katanya.
Sementara Kapolda Sumsel Irjen Pol Sisno Adiwinoto mengatakan, Polda Sumsel sedang menerjunkan 120 personil Brimob untuk segera membantu proses evakuasi korban gempa dari reruntuhan bangunan. Pasukan ini ditugaskan selama dua bulan. Dan belum ada rencana penambahan pasukan.
“Brimob kita bersama dari Mabes Polri sudah berada di Pariaman dan Padang. Saat ini ini mereka terkendala alat berat untuk mengevakuasi korban,” katanya.
Dokter DibatasiAsisten III Setdaprov Sumsel dr Aidit Aziz yang ikut dalam rapat koordinasi bersama gubernur mengatakan, kondisi gempa di Padang tidak seperti di Aceh yang diiringi gelombang Tsunami, di mana banyak dokter yang menjadi korban.
“Di Padang, tim medis masih kuat, begitu juga dengan rumah sakit. Mereka memiliki Crisis Center sama seperti Palembang. Tim kesehatan dari Sumsel dan daerah lain hanya memperkuat,” katanya.
Untuk itu, pengiriman tenaga dokter dan perawat dibatasi karena di Sumsel sendiri sudah dicanangkan status Siaga Bencana Gempa.
“Kita berharap tidak terjadi tetapi melihat pergerakan gempa di Sumbar dan menyusul Jambi, kita harus waspda. Pengiriman dokter dibatasi untuk berjaga-jaga di dalam,” kata Aidit Aziz. (sin) berita utama lainnya
Tim Redaksi Website Gubernur Sumatera Selatan - H.Alex Noerdin, Jl. Kapten Arivai. |
