berita utamaSelasa, 13 Oktober 2009 09:03 WIB (278 Dibaca)
Menpera Dukung Rusunawa JakabaringSenin, 12 Oktober 2009 14:01 WIB
PALEMBANG - Rencana Pemprov Sumsel membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kawasan Jakabaring awal 2010, sepertinya bakal jadi kenyataan. Kementerian Perumahan Rakyat memberi dukungan pembangunan untuk tiga tower yang diproyeksi digunakan sebagai penginapan bagi 4200 atlit SEA Games yang akan berlaga di Palembang 2011 mendatang. "Manteri perumahan rakyat setuju. Begitu selesai dibangun, kita pasang AC dan digunakan untuk lokasi penginapan atlet SEA Games, termasuk 1000 unit rumah murah," kata Gubernur Sumsel, Ir H Alex Noerdin SH usai menyaksikan pelantikan dr HM Bayu Wahyudi MPH, SpOG sebagai Ketua Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Sumsel Periode 2009-2013 di Griya Agung, Sabtu (10/10). Kendati tidak menyebutkan besar dana yang dibutuhkan, Alex Noerdin menyakinkan, pembangunan Rusunawa di Jakabaring mendapat dukungan penuh pemerintah dan tidak menggunakan dana APBD. "Begitu selesai SEA Games, kamar-kamar di Rusunawa akan diserahkan kepada masyarakat Sumsel sehingga tidak mubazir," katanya. Alex Noerdin optimis, pembangunan 1000 unit rumah murah dan tiga tower Rusunawa akan selesai tepat waktu sehingga total atlit yang bisa ditampung sebanyak 5000 lebih dan peredaran uang di Palembang dan umumnya Sumsel akan besar sehingga memberikan dampak kepada masyarakat. "Seperti saat in saja, pempek, kerupuk dan songket habis terjual. Karena di Palembang ada Triathlon, 3000 lebih hakim se Indonesia kumpul di Palembang," katanya. Sebelumnya, Asisten II Setdaprov Sumsel Ir Eddy Hermanto mengatakan, ada tiga pola kemitraan yang dijalankan dalam pengembangan pembangunan tower di Jakabaring. Pertama pemerintah menyiapkan lahan untuk perumahan, Menpera memberikan subsidi pembangunan perumahan dan sisa kekurangan biaya akan dibayarkan oleh masyarakat. Pantauan di lokasi pembangunan rumah murah di kawasan Ogan Permata Indah (OPI) Jakabaring, sepertinya pembangunan 1000 unit rumah murah masih jauh dari harapan karena rumah yang selesai dibangun bisa dihitung dengan jari. Belum tahu pasti apa penyebab lambannya pembangunan rumah murah ini, sementara masyarakat yang menaruh minat terhadap rumah ini terus bertanya kapan bisa dimiliki. "Permohonan sudah kita ajukan, tetapi sejauh ini belum ada kejelasan. Kapan kami dipanggil untuk diwawancari, apakah permohonan diterima atau tidak, semua belum jelas," Andi (34), yang mengajukan permohonan melalui kelurahan sesuai dengan apa yang telah diumumkan Pemprov Sumsel. Sementara seorang pengembang yang ditugaskan membangun rumah murah mengatakan, banyak kendala yang dihadapi. Diantaranya untuk mengangkut material ke lokasi terkendala dengan kondisi tanah yang rendah dari jalan utama. Belum lagi persoalan banjir yang menggenang di sekitar kawasan rumah murah. "banyak kendala di lapangan. Belum lagi persoalan proses KPR-nya," kata seorang pengambang. Husin
berita utama lainnyaTim Redaksi Website Gubernur Sumatera Selatan - H.Alex Noerdin, Jl. Kapten Arivai. |