berita utamaSenin, 14 Desember 2009 09:10 WIB (262 Dibaca)
Petembak Sumsel Sumbang Perak![]() VIANTIANE, SRIPO — Petembak putri asal Sumsel Maharani Ardi (23) berhasil menyumbangkan medali perak bagi trio Srikandi Indonesia di nomor sport rifle prone 50 m putri. Rani bersama Rahma Saraswati dan Erlinawati Cholid hanya terpaut empat poin dari tim putri Thailand. Indonesia menempati peringkat kedua dengan total nilai 1768. Thailand dengan jumlah 1771. Perungggu diraih Malaysia dengan total 1757. Erlinawati mencatat total nilai 594, Rani dengan total nilai 590, tembakan, dan Rachma mendapat nilai 584. Indonesia sebelumnya memperoleh medali emas pertama dari cabang menembak melalui Erlinawati Cholid di nomor perorangan sport prone rifle. Kemenangan Erlinawati juga di luar target. Dalam beberapa kali even SEA Games, Eli cuma dapat perak dan perunggu. Kali ini penasarannya terjawab. Tentang perak Indonesia, lanjut Maolan, sebenarnya upaya terobosan baru untuk persiapan SEA Games XXVI. “Mereka kalah pengalaman. Tapi, kemenangan ini sudah bagus. Tinggal kita menyempurnakan format untuk SEA Games XXVI di Indonesia,” kata Maolan, pelatih tim tembak Indonesia yang juga pelatih PAL. Hingga pukul 17.00 kemarin, Indonesia menduduki peringkat ketiga perolehan medali dengan 11 emas, 4 perak dan 13 perunggu. Sedangkan Thailand memimpin dengan 13 emas diikuti Singapura 12 emas. Kemenangan Rani dan kawan-kawan ini kontan disambut gegap gempita CDM Indonesia Alex Noerdin, Ketua DPRD Sumsel yang juga pelatih advance tim Sumsel Wasista B. Utoyo, pelatih advance Kuncung, Ketua Umum KONI Sumsel Muddai Madang, dan segenap tim Indonesia di Sanamying Peun. Sangat Bangga Sementara CDM Indonesia Alex Noerdin, yang menyaksikan perjuangan Rani dan kawan-kawan untuk merebut perak, mengaku sangat bangga. “Biar pun perak tapi mereka luar biasa lho. Ini perak bergengsi. Hanya terpaut beberapa poin saja di X ring,”kata Alex. Dengan kemenangan ini, lanjut Alex, tim tembak Indonesia diharapkan akan kembali mendulang emas. “Atlet kita jangan di-push tapi juga jangan dimanja. Kita biarkan saja supaya mereka bisa maksimalkan,” kata Alex yang merahasiakan bonus untuk Rani. Sukses tim Indonesia meraih satu emas dan satu perak di hari kemarin adalah awal kebangkitan menembak Indonesia yang 15 tahun lalu pernah berjaya. “Mudah-mudahan ini jadi awal yang baik. Apalagi kita punya bibit-bibit muda dan berbakat. Juga ditunjang peralatan serta dana yang cukup,” kata Alex. Sementara pelatih advance tim Sumsel Wasista B Utoyo langsung mengeluarkan 500 dolar untuk masing-masing peraih medali. Muddai Madang tidak mau ketinggalan ia mengeluarkan beberapa ratusan dolar untuk Rani dan kawan-kawan. Demikian laporan Wartawan Sripo L Wenny Ramdiastuti yang selama peliputan di Vientiane menggunakan Kartu Halo Telkomsel. Tentang kemenangannya, Rani kelahiran Palembang 14 November 1986 itu mengaku tidak menyangka. “Ini even SEA Games saya yang pertama. Saya sempat tegang juga. Musuh terbesar memang diri sendiri. Alhamdulilah saya bisa mengatasi. Terima kasih wong kito,”kata Rani. Sebenarnya, menurut Maolan, Rani pernah mencatat rekor tertinggi dengan nilai 595 di Singapura. Tetapi saat itu tidak semua peserta ikut sehingga tidak bisa menjadi ukuran,” kata Maolan. Erlinawati merebut emas dengan nilai 594. Ia mengalahkan Pichitkasnjanakul Vitchuda (Thailand) yang mengumpulkan nilai 592. Peraih perunggu dari Nda Thi dari Vietnam dengan nilai 590. Rani akan bermain lagi di nomor 3 posisi bersama Yosefin Sila Prasati dan Maksima Risade. “Diharapkan tetap akan dapat medali meskipun emas berat tapi bukan berarti gak bisa,”kata Maolan. berita utama lainnyaTim Redaksi Website Gubernur Sumatera Selatan - H.Alex Noerdin, Jl. Kapten Arivai. |
