.jpg)
Penyelenggaraan SEA Games setiap dua tahun sekali membuat setiap negara Asia Tenggara tidak punya banyak waktu untuk istirahat. Apalagi, negara yang pada edisi berikutnya menjadi tuan rumah, seperti Indonesia pada 2011. Apa saja yang sudah disiapkan, termasuk di Sumsel yang dipastikan menjadi ajang pembuka pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara itu?Menjadi tuan rumah SEA Games sebenarnya bukan hal baru bagi Indonesia. Sebab, Indonesia sebelumnya tiga kali mendapatkan kepercayaan menghelat pesta olahraga antarbangsa Asia Tenggara tersebut. Tepatnya pada 1979, 1987, dan 1997.
Indonesia pun mampu menyelenggarakan tiga edisi SEA Games itu dengan baik. Semua kegiatan berjalan lancar. Karena itu, ketika kembali dibebani tugas menjadi tuan rumah SEA Games, sudah seharusnya Indonesia tidak kesulitan melaksanakannya. Pasalnya, pengalaman dan beragam fasilitas serta sarana olahraga sudah dimiliki negeri ini.
Namun, untuk penyelenggaraan SEA Games XXVI, Indonesia butuh kerja ekstra. Sebab, SEA Games XXVI berbeda dengan pelaksanaan tiga edisi yang pernah dijalankan oleh Indonesia. Bahkan, perhelatan edisi XXVI itu jauh berbeda dengan yang pernah dilaksanakan negara-negara lain sebelumnya.
Pada tiga edisi sebelumnya, Indonesia menggelar SEA Games di Jakarta saja. Tapi, kali ini Indonesia selaku tuan rumah akan melangsungkan SEA Games di empat daerah sekaligus. Empat daerah yang ditunjuk adalah Sumatera Selatan, Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
”Tantangan di SEA Games 2011 memang sangat berat buat kami. Kami tidak hanya mengejar juara umum, tapi juga harus sukses menyelenggarakannya di empat wilayah. Kami optimistis bisa menggelarnya di empat daerah tersebut,” tegas Rita Subowo, ketua umum KONI/KOI.
Optimisme itu tidak berhenti pada kata. Bak gayung bersambut, kecuali Jakarta, tiga daerah lain yang ditunjuk sebagai tuan rumah bergegas menyiapkan diri. Mereka mulai bergerak menyiapkan venue sebagai arena pertandingan, baik merenovasi venue yang telah ada maupun membangun tempat baru.
”Untuk Jakarta, semua kan sudah tersedia. Kini tiga daerah lain yang telah berbenah. Sumatera Selatan mulai membangun. Demikian juga Jawa Barat dan Jawa Tengah,” tutur Rosihan Arsyad, sekretaris jenderal (sekjen) KONI.
Jakarta memang tidak perlu bekerja lebih keras. Ibu kota Indonesia tersebut sudah memiliki kompleks Gelora Bung Karno yang punya beragam venue olahraga. Di luar kompleks tersebut juga sudah tersedia velodrom balap sepeda di Rawamangun, Jakarta Timur.
Sumatera Selatan, disebutkan H Alex Noerdin selaku gubernur, juga telah siap menjadi tuan rumah helatan itu. Mereka sudah memiliki 60 persen fasilitas olahraga di kompleks Gelora Sriwijaya, Jakabaring, dan Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang. Soal fasilitas yang belum ada, Sumatera Selatan tergolong agresif membangunnya. Untuk membangun venue menembak, misalnya, mereka menyediakan anggaran sekitar Rp20 miliar. Belum lagi dana untuk membangun perkampungan atlet.
”Saat ini kami diberi tugas sepuluh cabang. Kami siap menggelarnya. Sebab, kami tinggal membangun 40 persen fasilitas untuk itu dan kami mampu,” sebut Alex.
Bahkan rencananya, dia tidak hanya sebatas SEA Games, ke depan akan membidik Sumsel sebagai tuan rumah ASEAN Games, setelah Cina 2010 nanti.
Informasi terakhir, cabang yang digelar di Sumsel lebih dari sepuluh. “Mungkin bisa bertambah. Kita bisa menyiapkan semua yang dipercayakan ke Sumsel,” kata H Alex baru-baru ini di ruang kerjanya.
Bagaimana Jawa Barat? Mulai 2010, Jawa Barat membangun pusat olahraga bernama Jabar Sport Center di Arcamanik, Bandung. Selain itu, mereka telah memulai pembangunan kawasan olahraga Gedebage, Bandung. Mereka yakin bahwa prosesnya selesai sebelum SEA Games XXVI dilaksanakan. (fim/mg2/smu/jpnn/ang)