
Penayangan Film Sang Pemimpi sejak 2 minggu lalu di kota ini, banyak menyedot perhatian penikmat film, termasuk Gubernur Alex Noerdin. Film yang menceritakan tentang perjuangan seorang anak dari daerah Belitong yang akhirnya bisa bersekolah di Jerman itu, diharapkan bisa tayang di lebih dari 3.000 desa di Sumsel.
”Melalui layar tancap, penonton di desa bisa menyaksikan secara gratis,” ujar Alex, di Cinema 21 PIM usai membuka acara nonton bareng film Sang Pemimpi bersama 268 pelajar dan guru se-Kota Palembang, kemarin (8/1).
Alex yang datang bersama istri, Hj Eliza Alex Noerdin beserta pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel, memuji film yang disutradarai oleh Andrea Hirata tersebut. “Anda lihat sendiri bagaimana antusiasnya penonton film ini. Sudah sekitar 2 juta orang. Hampir menyamai film laskar pelangi yang mencapai 4,6 juta penonton,” ujar Alex lagi.
Menurut Alex, dia bersama istri termasuk hobi menonton film sang Pemimpi. Bahkan, sudah dua kali menyaksikannya. “Menggambarkan kisah perjuangan seorang anak yang tetap mengejar cita-citanya meski dalam hidup di suatu desa terpencil dan hanya memiliki satu SMA Negeri. Mimpi tersebut harus dengan kerja keras dan usaha yang keras pula. Kalau cuma mimpi tanpa usaha akan tetap bermimpi,” kata Alex sedikit menceritakan isi film tersebut.
Hanya, lanjutnya, dalam film tersebut juga digambarkan bahwa kalau sudah berada di atas, jangan sombong atau tidak mau lagi melihat kebawah. Dan bila ada dibawah harus optimis. “Karena hidup kadang diatas dan kadang dibawah,” imbuhnya.
Riri Riza, Produser Film Sang Pemimpi yang hadir langsung di Cinema 21 PIM mengungkapkan, adanya film tersebut merupakan pertanda yang baik. Sebab, bukan hanya cerita tentang Jakarta yang digambarkan, namun lebih pada perjuangan di pedesaan. “Banyak manfaat, motivasi yang bisa diambil dari film Sang Pemimpi tersebut. Mulai dari anak-anak, remaja, guru, para orang tua dan sebagainya dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari,” ujar Riri.
Dikatakan, tahun 2009 film Laskar Pelangi tayang di lebih dari 70 titik di seluruh Indonesia pada wilayah-wilayah yang tidak memungkinkan ada bioskop. “Insya Allah kali ini, di 3.000 titik bisa dan mampu mengadakannya.”
Lukman Sardi, seorang pemain yang berperan sebagai Ikal mengucapkan trima kasih karena film tersebut telah disambut secara meriah di Palembang. “Pesan saya, adik-adik jangan hanya punya mimpi saja namun juga harus punya usaha,” pungkasnya.(mg44)