
Tahun depan (2011, red), kontrak penjulan gas antara PT Pertamina EP dengan PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) akan berakhir. Diperlukan kontrak baru untuk memasok kebutuhan gas bagi PT Pusri agar tetap bisa berproduksi. Sayangnya hingga kini belum ada kesepakatan mengenai harga jual beli gas yang pas bagi keduanya.
Gubernur Sumsel, Ir H Alex Noerdin SH sudah mengetahui permasalahan ini. Menurut dia, masalah pasokan gas bagi Pusri memang menjadi masalah. Namun, untuk jangka panjang telah dipecahkan. “Pusri akan buat pabrik baru dengan gas dari coal gasification,”bebernya, kemarin. Di samping, tetap mengusahakan pasokan gas dari Pertamina.
Nah, kedua upaya pemenuhan kebutuhan gas tersebut, bertujuana gar pabrik Pusri tetap operasi dan menyuplai kebutuhan pupuk Indonesia. “Akan segera kita selesaikan masalah ini,”cetus Alex. Gubernur meminta agar Pertamina mementingkan pasokan gas untuk kebutuhan daerah terlebih dahulu sebelum impor atau dijual ke luar Sumsel.
“Kalau memang bisa diskon, ya harga jualnya ada sedikit keringanan dibandingkan dengan harga normal. Kan untuk daerah juga,”imbuhnya. Perkataan Gubernur ini, sekaligus menyikapi tidak ketemunya deal harga jual dan beli antara Pertamina yang menggunakan harga pasaran dengan Pusri yang meminta keringanan harga.
“Kan tidak tertutup kemungkinan untuk itu. Akan dimediasi, segera pastinya,” kata Alex. Diketahui, dalam rapat di DPRD Sumsel awal Januari lalu terungkap, kontrak pasokan gas masih dalam tahap negosiasi antara Pusri dan Pertamina. PT Pusri sanggup membeli gas Pertamina US$ 4 per mmscfd.
Panawaran itu naik dibanding dengan kontrak sebelumnya Pusri membeli gas dari Pertamina US$3,52 per mmscfd pada Pertamina. “Harga 4 dollar menurut kita sudah cukup ideal, jadi masalah harga kita belum ketemu,” ujar Wiyas Yulias Sasbu dari Pusri beberapa waktu lalu di Komisi II DPRD Sumsel.
Pertamina EP sendiri punya komitmen untuk tetap memasok gas ke PT Pusri. Hal ini telah tertuang dalam notulen rapat bersama dengan Pusri 20 Oktober 2009 lalu. Pasokan gasnya tetap sama seperti sekarang, 166 juta kaki kubik per hari.
Dari Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (PMD) Sumsel, Ir Permana belum lama ini diketahui, Pusri akan membangun dua pabrik baru di kawasan TAA. “Rencana investasinya cukup besar, sekitar Rp22 triliun,”kata Permana. Ada pula rencana perbaikan pabrik perbaikan di lokasi Pusri sekarang.(46)