Rapat rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2010-2014 yang berlangsung hari ini (2/2/10) dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Istana Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. SBY minta pembangunan oleh pusat dan daerah bersinergi. Dalam kesempatan itu hadir seluruh gubernur dan menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Kedua.
Seluruh gubernur menyampaikan informasi tentang persoalan-persoalan yang menonjol di daerah. Dalam rapat dua hari itu, 2-3 Februari, seluruh gubernur dan menteri dibagi dalam enam kelompok kerja (Pokja). Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH masuk ke dalam Pokja empat membahas infrastruktur. Hasil pembahasan tersebut akan dijadikan pijakan bagi pembangunan lima tahun mendatang.
RPJMN 2010-2014 bertujuan agar kita memahami arah, tujuan, agenda, termasuk program aksi lima tahun mendatang. Justru yang paling penting saya harap kepada para gubernur bisa aktif terlibat untuk merumuskan bersama pembahasan isu-isu khusus yang selama ini kita hadapi, yang boleh disebut isu dealegit. Sumber-sumber kemacetan atau beragam permasalahan untuk dirumuskan dan dicarikan solusinya,” kata SBY.
Pokja pertama khusus membahas isu tentang tata ruang, perizinan, pertanahan, hubungan pusat dan daerah. Kelompok kedua, membahas isu tentang pangan. Kelompok ketiga membahas energi.
Pokja keempat membahas infrastruktur. Pembahasannya tentang pekerjaan umum, jalan, jembatan, dan irigasi. “Ingat, tentang jalan dan jembatan ini, kita ingin betul membangun national connectivity, hubungan antar pulau sebelum Asia membangun connectivity antar negara. Dunia usaha dan pemerintah harus sharing membangun infrastruktur,” papar SBY.
Kelompok kelima membahas program-program pro-rakyat. Kelompok keenam ialah reformasi birokrasi. (FB)