berita utamaJumat, 19 Februari 2010 09:48 WIB (305 Dibaca)
Sumsel Masuk Tiga BesarPALEMBANG — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menetapkan Sumsel dan enam provinsi lainnya di Indonesia sebagai kawasan Regional Champions 2010. Pemerintah pusat akan mendorong Investor dalam dan luar negeri yang ingin menanamkan modalnya ke tujuh daerah ini. Dengan begitu, dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan Sumsel akan mengalami kemajuan di bidang ekonomi, olahraga dan wisata. Ketujuh provinsi yang ditetapkan sebagai kawasan Regional Champion 2010 oleh Kepala BKPM Gita Wirjawan di Jakarta, Kamis (18/2) adalah Sumsel, Jawa Barat, Riau, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Papua serta Kalimantan Timur (Kaltim). Ketujuh Gubernur, termasuk Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH menerima plakat dari Kepala BKPM Gita Wirjawan dan juga mendapat ucapan selamat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. Gita Wirjawan, mengatakan konsentrasi pemerintah pada 2010 adalah mendorong investor manca negara dan pengusaha dalam negeri untuk menggelontorkan investasi ke daerah-daerah, terutama di tujuh daerah kawasan Regional Champions 2010. Ketujuh daerah yang sudah dipilih merupakan hasil penilaian yang dilakukan secara kuantitatif dengan indikator-indikator kesiapan investasi suatu daerah,” kata Gita Wirjawan. Indikatornya antara lain indikator ekonomi, proyek-proyek yang ditawarkan, kesiapan perangkat daerah menciptakan iklim investasi, ketersediaan sumber daya manusia, ketersediaan sumber daya alam, dan dukungan sarana dan prasarana. Ke depan, lanjut Gita, begitu ditetapkan tujuh provinsi tersebut, berarti calon investasi yang akan masuk ke Indonesia akan diutamakan penyalurannya ke tujuh daerah tersebut, meskipun tidak menutup kemungkinan ke daerah lain. Kami akan mendorong investasi quick wins penting ke daerah-daerah regional, sekaligus menjadi acuan bagi provinsi lain,” katanya. Alex Noerdin mengatakan, setiap enam bulan sekali investasi akan dievaluasi oleh pemerintah pusat. Namun, gubernur memberikan jaminan bahwa investor yang masuk ke Sumsel dipastikan mendapatkan kenyamanan dalam iklim investasi. Setidaknya ada enam investasi strategis yang ditawarkan Sumsel dalam waktu dekat ini, yaitu pembangunan rel Kereta Api (KA) khusus sepanjang 383,948 KM, dermaga Pelabuhan Tanjung Api Api (TAA) seluas 600 ha atau 2.250 ha (lahan reklamasi), angkutan sungai dan kanalisasi, angkutan darat sepanjang 246 Km dari Lahat ke TAA. Adalagi, lanjut Alex, pembangunan zona industri TAA seluas 9.913 ha, yaitu Nalco, Power Plan 5x250 KV, dan pengembangan pabrik PT.Pusri (gasifikasi), proyek gasifikasi PT Sasol dari Afrika Selatan, dan pembangunan infrastruktur untuk mendukung Sumsel sebagai tuan rumah penyelenggara SEA Games 2011 dengan total investasi Rp 3 triliun lebih. Kita bersyukur karena di Sumsel ada investasi Rp 1,5 triliun untuk SEA Games. Dananya tidak memakai APBD, tetapi sistem BOT, CSR, investasi, dan APBN. Nah, masih banyak invetasi yang sedang kami galakkan,” papar Alex. Didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Eddy Hermanto dan Kepala BKPMD Permana MMA kepada wartawan di Jakarta. Sementara Mendagri Gamawan Fauzi yang hadir di acara itu mengatakan, kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah merupakan sinergi yang sangat penting untuk mendapatkan investor asing. “Kementerian Dalam Negeri akan mendorong dengan peraturan-peraturan agar investasi mudah masuk ke daerah,” katanya. Saya baru saja menandatangani PP 19/2010 tentang kewenangan gubernur. Berarti kerjasama pemerintah pusat dan daerah ke depan bisa lebih baik,” ungkap Gamawan Fauzi. sripo (sin/rel) berita utama lainnya
Tim Redaksi Website Gubernur Sumatera Selatan - H.Alex Noerdin, Jl. Kapten Arivai. |