berita utama

D Green Community, Bumi Tetap Hijau

D Green Community, Bumi Tetap Hijau

D’Green Community (komunitas hijau) resmi dilaunching Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH di lapangan Baseball Jakabaring, kemarin (21/2). Keanggotaannya dari kalangan pelajar, mahasiswa dan berbagai pihak terkait lainnya yang  ingin mencoba memperbaiki, menjaga serta melestarikan lingkungan hidup.
    Launching D’Green Community dihadiri ratusan undangan mulai TK, SD, SMP hingga SMA di kota Palembang. Di antaranya, para peserta Perkemahan Sabtu Minggu anggota Pramuka dari berbagai sekolah. Sabtu malam lalu, anggota Pramuka dan undangan yang hadir sempat dihibur Paramita Rusady dengan lagu-lagu tentang lingkungan hidup.
    “Terbentuknya komunitas hijau ini sebagai implementasi dari semangat green movement,” ujar anggota DPR RI Dodi Reza Alex sekaligus pengagas komunitas hijau ini. Tujuan akhir komunitas tersebut untuk menjadikan Bumi Sriwijaya tetap hijau. Termasuk dalam upaya melestarikan flora dan fauna di Sumsel. “Acara hari ini, kita menanam beragam jenis pohon seperti Trembesi dan Mahoni. Lalu menebar benih ikan serta uji emisi gas buang kendaraan bermotor,” jelasnya.
    Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH mengatakan, tren perbaikan dan pelestarian lingkungan sudah menjadi upaya sebagian besar negara di dunia. Indonesia, khususnya Sumsel siap menjadi paru-paru dunia untuk mendapatkan kompensasi negara maju penghasil polusi. Salah satunya melalui program one man one tree (OMOT).
    Belum lama ini, Sumsel menerima bantuan satu juta bibit Trembesi. Akan ditambah lagi 2-3 juta benih Trembesi. Targetnya, dalam 2-3 tahun bisa tertanam 7 juta pohon, sesuai dengan jumlah penduduk Sumsel. “Nah, hari ini kita launching D’Green Community yang pertama di Indonesia. Melalui komunitas ini, kita bisa tarik pendanaan dari luar untuk program pelestarian lingkungan hidup di Sumsel,”ujarnya.
       Tindaklanjutnya, setiap daerah di Sumsel diharap membentuk komunitas serupa yang punya kepedulian terhadap lingkungan. Gubernur meminta dukungan dari kepolisian agar bisa menindaktegas para pelaku penebangan liar (illegal logging, red). “Kalau masih ada, silakan aparat berwenang untuk bertindak tegas,”tukasnya. Dikatakannya, salah satu dampak penebangan liar yakni banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini.
    Dikatakan Alex, akibat banjir ini banyak sawah dan infrastruktur yang rusak. Untuk memperbaiki berbagai kerusakan itu diperlukan biaya yang tidak sedikit. “Kalau air surut, masyarakat perlu diwaspadai berbagai penyakit,”cetusnya.
       Yang menjadi pemikiran saat ini bukan hanya penanggulangan sesaat akibat banjir dan longsor yang terjadi. Alex menyakini langkah itu tidak akan menjadi penyelesaian yang baik. Yang diperlukan adalah memperbaiki daerah tangkapan air dan daerah aliran sungai (DAS) yang rusak.
       Menurutnya, perlu komitmen semua pihak untuk bisa mewujudkan hal itu. Tak hanya pemerintah provinsi tapi juga pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah pusat. Karena upaya ini dana yang diperlukan juga tidak sedikit. “Bisa saja kerusakannya lintas provinsi dan lintas kabupaten/kota,”tutur Alex lagi.    
        Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Kadishubkominfo) Sumsel Ir H Sarimuda MT menghimbau seluruh sopir AKDP dan AKAP untuk waspada selama perjalanan. “Kita himbau mereka untuk berhati-hati agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan,”pesannya.
        Para sopir juga diminta untuk mengurangi kecepatan dan istirahat cukup agar tidak mengantuk saat mengemudikan kendaraan. Serta menghentikan kendaraan untuk sementara waktu jika hujan sangat deras. “Beberapa ruas jalan kan sempit, banyak tikung dan licin jika hujan. Makanya, kalau bisa berhenti dulu hingga hujan reda,”imbuhnya.
        Dikatakannya, beberapa ruas jalan yang rawan longsor seperti jalur Lahat- Pagaralam, Prabumulih-Baturaja, Betung-batas Jambi, kawasan Kurungan Nyawa dan Tebing Tinggi-Lahat-Lubuk Linggau. Terkait kemungkinan banjir dan longsor, Dishubkominfo Sumsel telah mengantisipasinya dengan beberapa langkah penting. Salah satunya, berkoordinasi dengan ORARI dan radio panggil lainnya untuk menginformasikan lokasi rawan. Termasuk jika ada bantuan. “Kita tugaskan tim khusus apabila ada banjir atau longsor di suatu daerah,”cetusnya.
       Telah pula diinstruksikan kepada Dishub kabupaten/kota untuk menyiagakan personilnya, siang maupun malam siap action. Kesiapsiagaan personil ini penting jika sewaktu-waktu diperlukan. Masing-masing Dishub telah pula berkoordinasi dengan jajaran Dinas PU Bina Marga.
       “Alat berat telah pula di standby kan pada jarak terdekat ke titik-titik rawan,”jelas Sarimuda. Jika terjadi banjir atau longsor, maka alat berat dan personil yang ada bisa segera dikerahkan ke sana. Tujuannya, agar dalam waktu singkat dampak banjir atau longsor bisa diatasi.
       “Kalau misalnya ada ruas jalan yang tergerus atau tertimbun, bisa kita perbaiki atau dibuka sementara agar kendaraan bisa tetap melintas sehingga tidak terjadi kemacetan lama,”bebernya. Lima pos pemeriksaan terpadu (PPT) Dishubkominfo pun dijadikan posko terpadu untuk pengkoordinasian pemantauan banjir maupun longsor.(46)

Sumber : Sumatera Ekspres

berita utama lainnya

Kota Palembang Rentan Banjir dan Kekeringan
Senin, 19 Juli 2010  14:21 WIB (29 Dibaca)
Runway
Senin, 19 Juli 2010  08:24 WIB (40 Dibaca)
Atlet Pospenas V Dapat Bonus
Kamis, 15 Juli 2010  15:30 WIB (36 Dibaca)
Alex Diminta Mendiknas bicara sekolah gratis
Kamis, 15 Juli 2010  15:19 WIB (53 Dibaca)
Figur Alex Noerdin Belum Tergoyahkan
Kamis, 15 Juli 2010  15:09 WIB (68 Dibaca)
Pesan SBY SEA GAMES
Kamis, 15 Juli 2010  14:48 WIB (48 Dibaca)
Alex Hadiri Boao Forum
Senin, 12 April 2010  09:54 WIB (237 Dibaca)
Sejam, Bisa 1.400 Tabung
Jumat, 9 April 2010  11:48 WIB (347 Dibaca)
Pembangunan Jangan Andalkan APBD
Kamis, 8 April 2010  11:52 WIB (279 Dibaca)
Alex ziarah ke Makam SMB II
Senin, 5 April 2010  09:30 WIB (233 Dibaca)
Kunjungan Ketua Komisi X DPR RI
Kamis, 1 April 2010  10:24 WIB (244 Dibaca)
TAA KAWASAN EKONOMI KHUSUS
Minggu, 28 Maret 2010  13:39 WIB (335 Dibaca)

<< February 2010 >>
MingSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28      

Rabu, 29 Juli 2009  16:45 WIB
Sabtu, 11 Juli 2009  03:05 WIB

Tim Redaksi Website Gubernur Sumatera Selatan - H.Alex Noerdin, Jl. Kapten Arivai. 
Telp : 0711-311000   
Fax : 0711 -363789
Email alexnoerdin@alexnoerdin.info    alexnoerdin@sumselprov.go.id
Contact persons : Darlina.