berita utamaSenin, 1 Maret 2010 08:49 WIB (266 Dibaca)
HATTA RADJASA AJAK ALEX PERMUDAH INVESTASI MIGASMenteri Perekonomian Hatta Radjasa meminta Alex Noerdin, sebagai Ketua Forum Komunikasi Pemerintah Daerah Penghasil Migas (FKDPM) agar menjadi pelopor penggerak investasi di Daerah Penghasil Migas. Setidaknya bisa melonggarkan aturan daerah guna menarik investasi. "Pemda misalnya, diminta lebih mempermudah soal pembebasan tanah. Pemda juga dilarang mempersulit bagi perusahaan yang ingin memasang pipa-pipa minyak. Ini penting, peranan pemda dalam hal iklim investasi," katanya Demikian dikatakan Permintaan itu disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat membuka Musyawarah Nasional II Forum Komunikasi Daerah Penghasil Migas (FKPDM) di JW Marriot Hotel, Jakarta, Kamis 25 Februari 2010. Menurut Hatta, kelonggaran ini penting, khususnya didaerah penghasil migas seiring angka produktivitas minyak mentah yang terus menurun. "Kelonggaran ini bukan berarti nyaman begitu saja, bagaimana supaya daerah membuat investor nyaman dengan aturan yang tegas,"paparnya.
Sehingga produksi itu, kata Hatta lagi, ekuivalen dengan investmen dan teknologi, tanpa itu produksinya akan turun. "Jadi, pemda kuncinya adalah bagaimana mendorong iklim investasi di daerah supaya kompetitif," kata Hatta saat pidato pembukaan,"tandasnya. Hatta menekankan, masuknya investasi sangat penting dalam meningkatkan produksi minyak tersebut. Di samping itu, teknologi juga ditekankan agar produktivitas minyak mentah semakin meningkat. Yang jelas, kata Ketua umum DPP PAN ini, pemerintah belum berencana mengubah target lifting minyak meskipun ada kekhawatiran adanya penurunan produksi minyak hingga 50% akibat terbitnya UU Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) No. 32 tahun 2009. "Sekarang ini masih 965 ribu barel per hari, nanti akan APBN-P kita bicara dengan dewan," ujarnya lagi.
Hatta menegaskan terbitnya UU tersebut tidak perlu dikhawatirkan dan namun hanya diperlukan sedikit harmonisasi sehingga antara Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup dan KKKS. "Tentu tidak begitu, kita perlu harmonisasikan tapi tentu tidak tiba-tiba turun 40%. Jangan panik. Memang nanti itu kita perlu harmonisasi sedikit," imbuhnya. Menanggapi permintaan kelonggaran investasi, Ketua FKPDM Alex Noerdin mengaku akan merepon positif permintaan Menko Perekonomian Hatta Radjasa. "Tentu kita akan merespon positif, apa yang disampaikan Menko Perekonomian itu,"tegas Gubernur Sumatera Selatan. Bahkan kata Alex, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai Sumsel terpilih menjadi 9 Propinsi telah memberikan kemudahan investasi dan nilai investasinya cukup tinggi, yakni masuk dalam Regional Champions.
Hal ini dinilai dari berbagai kategori, kemudahan mengurus izin, penyediaan lahan dan lain-lainnya. "Rupanya diam-diam BKPM dan Depdagri melakukan penilaian terhadap kinerja Pemda Sumsel, khususnya dalam menggenjot investasi masuk ke daerah. Padahal saya sendiri baru menjabat 1 tahun 2 bulan menjadi Gubernur Sumsel,"jelasnya. Yang jelas, kalau di Kalimantan ada pembangunan railway sepanjang 100 Km, maka di Sumatera Selatan sedang dibangun double track railway sepanjang 270 Km yang menghubungkan antar kabupaten. "Kita sedang bangun railway sepanjang 270 Km yang menyerap investasi besar dan menyerap tenaga kerja,"ungkapnya.Ditambah lagi dengan investasi industri di Sumsel, lanjut Alex, pembangunan Pelabuhan Tandjung Api-Api yang akan menyerap tenaga hingga 100.000 orang. "Dari persoalan tenaga kerja, ini sudah mengurangi angka pengangguran di Sumsel, belum lagi hasil dari investasi itu, Pemda bisa membiayai sekolah gratis dan kesehatana gratis bagi masyarakat,"ujarnya.
Selain itu, kata Alex, masih ada lagi investasi yang lebih besar yakni Proyek Sea Games 2011 yang menyerap dana hingga Rp1,5 Triliun. "Proyek Sea Games ini akan mengundang investasi masuk ke Sumsel makin derah,"ucapnya. Alex Noerdin memberi contoh proyek strategis Sumatera Selatan, sejumlah mega proyek yang menyerap investasi tinggi, antara lain, Pembangunan rel Kereta Api (KA) khusus sepanjang 383,948 Km dan dermaga pelabuhan Tanjung Api Api (TAA) seluas 600 ha atau 2.250 ha (lahan relamasi).
Kemudian Proyek Angkutan sungai dan canalisasi 3). Selain itu juga, kata Alex, ada pembangunan zona industri TAA seluas 9.913 ha, yaitu Nalco, Power Plan 5x250 KV, dan pengembangan pabrik PT.Pusri (gasifikasi). Ada juga Proyek gasifikasi PT.Sasol dari Afrika Selatan. Tak ketinggal pembangunan infrastruktur untuk mendukung Sumsel sebagai tuan rumah penyelenggara SEA Games 2011 dengan total investasi Rp3.070.846.000.000. Seperti diketahui, lapangan pemroduksi minyak Chevron terus menurun dari mulanya 800 ribu barel per hari pada tahun 90-an, saat sekarang terus menurun tinggal 400 ribu barel per hari.
Acara MUNAS Ke II FKDPM Tahun 2010 Tanggal 25 Feb 2010 H. JW MArriot Mega Kuningan - Jakarta . Tema “ Partisipasi Daerah dalam Pengusahaan MIGAS guna mendorong pembangunan ekonomi nasional “ Dihadiri oleh Menko Perekonomian Hatta Radjasa dan Menkeu Sri Mulyani Munas Dibuka oleh Menko Perekonomian dilanjutkan dengan LKPJ Ketua Umum (Alex Noerdin) dan pembentukan tim formatur yang terdiri dari Alex Noerdin, Syamsyul rizal (Bupati Bengkalis), Pahri Azhari (Bupati Muba), Sulaiman ( Kutai Kertanegara), Sekda Raja Empat (Papua Barat), dan dari Bupati Sumenep). Kemudian terpilih lah Gubernur Kalimatan Timur Bpk. Awang Faruk Sebagai Ketum Periode 2010-2014 ditandai dengan penyerahan PETAKA. berita utama lainnya
Tim Redaksi Website Gubernur Sumatera Selatan - H.Alex Noerdin, Jl. Kapten Arivai. |