berita utamaJumat, 12 Maret 2010 11:33 WIB (298 Dibaca)
Dana Sharing Jamkesmas Naik Rp 10 MiliarPALEMBANG - Dana sharing program berobat gratis 2010 dari kabupaten/kota di Sumsel naik Rp 10 miliar dari Rp 81 miliar menjadi 91 miliar. Sementara, pemerintah Pemprov Sumsel tetap menganggarkan dana berobat gratis untuk 4 juta jiwa penduduk Sumsel sebesar Rp 240 miliar dengan biaya jaminan Rp 5.000 per orang per bulan selama satu tahun. Hal itu terungkap saat pertemuan anggota DPRD Jawa Tengah dengan jajaran pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel, Rabu (10/3) lalu ketika berkunjung ke Sumsel dan diterima Asisten I Setdaprov Sumsel H Mukti Sulaiman. Kasi JPKM Dinkes Sumsel Heni saat menjawab pertanyaan salah satu anggota DPRD Jateng ini, mengatakan, untuk dana berobat gratis 2010 dianggarkan Rp 5.000 per jiwa per bulan. Jika dikalikan 12 bulan dengan jumlah penduduk mencapai 4 juta lebih yang tidak ditanggung atau tidak tersentuh layanan atau jaminan pengobatan seperti Askes komersil, Askes Sosial, Asabri dan asuransi swasta lainny maka dana yang dipakai untuk berobat gratis mencapai Rp 240 miliar yang dianggarkan melalui APBD Provinsi Sumsel. Meskipun daerah tidak menyiapkan dana sharing, berobat gratis masih bisa dilakukan. Dijelaskan pula, dana Rp 240 miliar untuk dana berobat gratis yang ada, baru terealisasi mencapai 42,5 persen. Dimana, dari 42,5 persen tersebut dana sharing dari Pemprov Sumsel lebih besar dari 15 kabupaten/kota yang ada. Sebab, launching berobat gratis baru diagendakan melalui APBD daerah sehingga pada akhir tahun baru terealisasi. “Program sekolah gratis dan berobat gratis adalah tujuan utama yang merupakan janji Gubernur dan Wakil Gubernur. Dimana, saat ini program tersebut telah berjalan baik sehingga Provinsi Jawa Tengah ingin mencontoh. Anggotanya banding ke Palembang dan berharap bisa dilakukan di Jawa Tengah,” katanya. Ingin Belajar “Kita sudah lihat berbagai keberhasilan yang dilaksanakan di Sumsel. Pak gubernur telah mengganggarkan dana dari APBD untuk program berobat dan sekolah gratis. Ini patut kami tiru karena positif,” ujar dia. Selain itu, DPRD Jawa Tengah juga mempelajari bagaimana pola pembangunan yang dilakukan oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dengan tidak menggunakan APBD tetapi dengan pola BOT. dengan demikian wajar jika APBD dapat digunakan untuk kepentingan rakyat karena pembangunan dilakukan oleh pihak ketiga. Husin
berita utama lainnya
Tim Redaksi Website Gubernur Sumatera Selatan - H.Alex Noerdin, Jl. Kapten Arivai. |