
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Rabu (24/3) kembali menerima Penghargaan dari Pemerintah Pusat, kali ini datang dari Kementrian Pertanian berupa penghargaan Bidang Pertanian/Perkebunan yang diserahkan oleh Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementrian Pertanian Zaenal Bachruddin atas nama Menteri Pertanian di Balai Pengembangan Kebun Induk dan Percontohan di Desa Tungkap Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan bertepatan dengan Pencanangan Gerakan Nasional Bahan Olah Karet (Bokar) Bersih.
Menurut Dirjen PPHP Zaenal Bachrunddin Penghargaan ini diberikan kepada Gubernur Sumsel karena didasari oleh Komitmen dan Kepedulian Kepala Daerah dalam pengembangan Bahan Olah Karet (Bokar) Bersih di Provinsi Sumatera Selatan. Penghargaan serupa juga diberikan Dirjen PPHP masing-masing kepada Gubernur Kalimantan Selatan dan Jambi.
Dirjen PPHP Zaenal Bachruddin dalam sambutanya mengatakan peranan karet terhadap ekspor nasional tidak dapat dianggap kecil, mengingat Indonesia merupakan produsen karet nomor dua terbesar di dunia setelah Thailan dengan produksi sebesar 2,751 juta ton pada tahun 2008. Namun dari sisi luasan Indonesia memiliki luas lahan karet terbesar didunia yaitu 3,42 juta ha dan volume ekspor 2,295 juta ton dengan nilai 6,06 Milyar US Dolar pada tahun 2008. Produktifitas karet Indonesia sebesar 994 Kg/ha/tahun dibandingkan Malaysia yang mencapai 1430 Kg/ha/tahun dan Thailan 1690 Kg/ha/tahun, padahal persentase kebun karet Rakyat Indonesia masih sekitar 85 persen sementara Malaysia 90 persen dan Thailan 99 persen ini menunjukan tingkat produktifitas karet Indonesia per satuan luas masih dibawah Malaysia dan Thailan. Namun demikian peluang ekspor karet alam Indonesia kedepan masih tetap menjanjikan bahkan Indonesia bisa menjadi pemasok karet utama mengingat dua
negara pesaing sudah tidak mampu lagimeningkatkan produksinya karena keterbatasan lahan pengembangan.
Pada bagian lain Dirjen PPHP juga mengakui mutu Bahan Olah Karet (Bokar) saat ini belum memadai karena berbagaikendala yang dihadapi dilapangan seperti hanya 30 persen petani mengenal kriteria Bokar bermutu sesuai dengan SNI serta masih adanya petani yang memanipulasi timbangan dengan merendam Bokar dalam air dan mencampur dengan bahan yang tidak direkomendasi, oleh karena itu denga Pencanangan GNBB diharapkan akan menghasilkan Bokar bersih yang bermutu sesuai dengan persyaratan.
Sementara itu Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang didampingi Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Singgih Himawan usai menerima Penghargaan langsung bertindak sebagai salah satu nara sumber pada temu wicara dengan petani karet dan asosiasi pengusaha karet se Kalimantan Selatan.
Dalam kesempatan itu Gubernur mengatakan banyak sekali kesamaan antara Sumsel dan Kalsel, menurutnya sama-sama memiliki tambang batubara dan sama-sama memiliki perkebunan karet yang luas. Oleh karenanya dengan telah diterimanya penghargaan ini kedepan dapat dijadikan pemacu bagi dua Provinsi ini untuk lebih meningkatkan kemampuanya dalam memproduksi karet alam. Bahkan masih menurut Alex Noerdin bukan tidak mungkin produksi dua Provinsi ini nanti mampu menyaingi produksi karet Malaysia ataupun Thailan.