berita utama

Sriwijaya Ukir Sejarah Baru

Sriwijaya Ukir Sejarah Baru

Sriwijaya FC Ukir Sejarah BaruSolo, BP

Luar biasa. Sriwijaya Football Club (SFC) mengukir sejarah baru, merebut Piala Indonesia tiga kali berturut-turut. Bertanding di partai final yang dihelat di Stadion Manahan Solo, SFC membungkam Arema Indonesia dengan skor 2-1.

Dua gol kemenangan SFC dicetak Keith Kayamba Gumbs menit 48 dan Pavel Solomin menit 80. Arema sempat memperkecil kedudukan melalui sontekan M Riduan menit 72. Dengan kemenangan ini SFC mampu mencetak sejarah baru sebagai satu-satunya tim yang mampu menjuarai Piala Indonesia tiga kali secara beruntun. Atas kemenangan ini SFC berhak mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp1 miliar, sementara Arema berada di posisi kedua mendapat hadiah Rp- 500 juta. Kemenangan ini tidak terlepas dari dukungan suporter, masyararakat Sumsel, serta Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Wakil Gubernur Eddy Yusuf yang memberikan dukungan secara langsung.

Partai final berlangsung keras, wasit Jimmy Napitupulu mengeluarkan kartu kuning untuk Juan Revi menit 13, Isnan Ali menit 33, M Riduan menit 48, Mohd Noh Alamsyah kartu merah menit 20, Ponaryo Astaman menit 59, Roman Chamelo menit 75, dan Kurnia Meigha menit 80. Bahkan pelatih Arema pun diberi kartu kuning oleh wasit. Saat pertandingan memasuki menit ke-20, Arema terpaksa bermain dengan 10 pemain karena Mohd Noh Alamsyah mendapat kartu merah.

Menanggapi hasil ini Presiden SFC H Dodi Reza Alex Noerdin yang datang secara langsung memberikan apresiasi tinggi terhadap pemain. Manajemen akan memberikan bonus sebesar Rp1,1 miliar.

"Setelah pulang dari Palembang kami akan mengarak Piala Indonesia keliling Palembang tanggal 3 Agustus mendatang. Biar masyarakat bisa mengetahui jika Piala ini diraih dengan kerja keras manajemen dan seluruh tim SFC," ujar Dodi usai pertandingan. Sementara Pelatih SFC Rahmad Darmawan tidak mampu menyembunyikan rasa haru. Dia mengaku anakanaknya mampu bermain baik dan lepas dari tekanan ribuan Aremania. Kemenangan ini disebabkan SFC lebih bermain disiplin dan sabar dalam membangun serangan.

"Dikeluarkannya Alamsyah jelas menjadi keuntungan buat SFC. Namun kerja keras adalah kunci kemenangan anak-anak. Saya senang dan hasil ini berkat kerja keras tim," timpalnya. Demi ambisi mencetak sejarah baru, SFC mencoba mempertahankan komposisi pemain seperti saat mengalahkan Persipura Jayapura di babak semifinal. Dengan pola 4-3-3, Rahmad Darmawan berusaha tampil menyerang guna meladeni permainan terbuka Arema Indonesia.

SFC sedikit melakukan perubahan di sektor wing back yang semula ditempati Tony Sucipto kini diganti oleh Isnan Ali. Sementara Tony digeser ke sayap kiri guna meredamkecepatan pemain Arema. Sementara lini depan diisi Keith Kayamba Gumbs, Anoure Obiora Richards dan Pavel Solomin. Sementara Arema mencoba formasi beda yakni 4-4-2. Dua ujung tombak dipercayakan kepada Roman Camelo dan Mohd Noh Alamsyah.

Permainan menyerang langsung diperagakan kedua tim sejak menit awal. Arema membuka peluang melalui sepak pojok Benny Wahyudi menit 5 yang masih mampu dimentahkan penjaga gawang SFC Ferry Rotinsulu. SFClangsung merespons via tendangan Kayamba memanfaatkan umpan Obiora di menit 10. Sayang tendangan Kayamba masih melambung. Menit 13 SFC nyaris mencetak gol melalui proses serangan balik yang dirancang Zah Rahan di sisi kanan lapangan. Bola tendangan Zah mampu di blok dan bola rebound langsung ditendang Solomin ke arah gawang namun dihalang

oleh bek Arema Zulkifli.

Hanya berselang satu menit peluang SFC melalui tendangan bebas Kayamba masih melambung. Pelanggaran keras pemain Arema Mohd Noh Alamsyah terhadap Precious Emuejeraye menit 20 berhadiah kartu merah. Striker Timnas Singapura itu melakukan tendangan gunting yang membahayakan Precious. Dengan tegas wasit Jimmy Napitupulu langsung mengeluarkan Alamsyah dari lapangan. Menit 23 SFC harus kehilangan penjaga gawang andalannya Ferry Rotinsulu akibat dibekap cedera. Posisinya digantikan Hendro Kartiko. Hendro melakukan penyelamatan gemilang saat mementahkan tendangan Roman Chamelo menit 25. Unggul jumlah pemain SFC langsung mengendalikan permainan.

Tony membuka peluang menit 29 melalui tendangan melengkung yang masih tipis di atas mistar gawang Arema yang dikawal Kurnia Meigha. Kesempatan SFC mencetak gol melalui tendangan Solomin menit 34 gagal lantaran bola masih mampu digagalkan Kurnia Meigha. Pun dengan tendangan Obiora semenit berselang yang masih tepat di pelukan Meigha. Kendati terus menekan namun hingga jeda skor kacamata bertahan buat kedua tim. Setelah sempat tertunda selama satu jam babak kedua akhirnya dimulai. Di awal paruh kedua SFC mengganti Isnan Ali. Posisinya digantikan oleh M Nasuha. SFC akhirnya memimpin 1-0 lewat gol yang dicetak Kayamba menit 48. Memanfaatkan sepak pojok Solomin Kayamba mampu menanduk bola tanpa mampu dijangkau Kurnia Meigha.

Tertinggal satu gol Arema langsung merespons lewat tandukan Fakruddin menit 57 yang masih tipis di kanan gawang Arema. Semenit kemudian Fakruddin ditarik keluar digantikan Dandy Santoso.

SFC kembali memperoleh peluang emas lewat tendangan keras Obiora menit 62. Namun arah bola masih tipis di sebelah kiri gawang Arema.

Overlaping Charis di menit 65 nyaris memperbesar keunggulan SFC. Tendangan keras Charis memaksa Kurnia Meigha menjatuhkan bola untuk menyelamatkan gawangnya. Arema akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui sontekan M Riduan menit 72 memanfaatkan umpan Benny Wahyudi. Skor menjadi 1-1. Kerja keras SFC akhirnya membuahkan hasil. Lepas dari jebakan off side Solomin mampu memperdaya Kurnia Meigha untuk kali kedua di menit 80. 2-1 SFC memimpin.

Gol ini sempat diprotes kubu Arema dan membuat Kurnia dihadiahi kartu kuning. Tertinggal satu gol Arema mencoba meningkatkan serangan dengan memasukkan Rahmat Afandi menggantikan Irfan Raditya menit 84.

Solomin nyaris memperlebar angka kedudukan jika sontekannya menit 85 memanfaatkan umpan satu dua dengan Nasuha tidak digagalkan Kurnia Meigha. Menit 44 tendangan keras Zah Rahan mampu dimentahkan Kurnia Meigha.

Pada menit akhir SFC mencoba mempertahankan keunggulan. SFC mengganti Solomin dengan Alamsyah Nasution. Sementara Arema menarik Juan Revi digantikan Rony Firmanysah. Tapi keunggulan 2-1 tetap bertahan buat kemenangan SFC. Kemenangan SFC disambut kekecewaan Aremania. Buntutnya Aremania membakar

kursi stadion dan melemparkan sebuah bom melotov ke arah Tribun Timur. Namun aksi tersebut mampu diredam aparat kepolisian Jawa tengah.

Bahkan pertandingan sempat ditunda selama satu jam usai babak pertama. Penyebabnya, membeludaknya penonton yang didominasi Aremania di Stadion Manahan Solo. Stadion berkapasitas 30 ribu penonton itu seakan-akan menjadi milik Arema. Bahkan, ribuan Aremania berjubel di pinggir lapangan yang notabenenya tidak boleh dimasuki penonton. Akibatnya aparat kepolisian terpaksa menunda pertandingan untuk menenangkan suporter Arema. Penyebab lainnya tim Arema meminta pergantian wasit. Pasalnya, kepemimpinan Jimmy Napitupulu dinilai berat sebelah dengan keputusan kontrovesialnya.

Bahkan, kedua tim juga tidak segera keluar lapangan karena khawatir dengan kondisi keamanan.

Sementara di tengah lapangan kedua pelatih Rahmad Darmawan dan Robert Rene Albert tampak berpelukan sambil memutari lapangan. Dua pelatih papan atas ini menunjukkan kemesraaan untuk meredam emosi penonton. Saat situasi makin memanas PT Liga Indonesia (Liga) melakukan rapat dengan aparat kepolisian dan manajemen kedua tim. Rapat dadakan itu sempat mewacanakan juara bersama. Pasalnya, kubu Singo Edan meminta wasit Jimmy Napitupulu tapi ditolak PT Liga. Keputusan juara bersama juga ditolak kubu SFC yang diwakilkan Presiden SFC H Dodi Reza Alex Noerdin dan Manager SFC Hendri Zainuddin. Bahkan Pelatih SFC Rahmad Darmawan juga menolak. Setelah melakukan rapat pertandingan akhirnya dilanjutkan.

"Lebih baik pertandingan dilanjutkan sebab ini bisa menodai kompetisi Piala Indonesia. Jika kami kalah maka kami akan menghormati Arema sebagai pemenang. Tapi jika menang maka akui kami sebagai juara," tegas RD-sapaan akrab Rahmad Darmawan.

Sumber : Berita Pagi

berita utama lainnya

Dubes AS tiba DI Bandara SMB II
Jumat, 3 Februari 2012  12:59 WIB (7 Dibaca)
Alex Noerdin: Beri Pemda Kewenangan
Selasa, 31 Januari 2012  11:50 WIB (11 Dibaca)
SBY: Pengurangan Kemiskinan Harus Jadi Ideologi 2012
Selasa, 24 Januari 2012  14:22 WIB (11 Dibaca)
Jumpa Pers Gub Menjelang Tutup Tahun
Selasa, 3 Januari 2012  15:23 WIB (34 Dibaca)
Gub Kunjungi BKB
Selasa, 3 Januari 2012  09:21 WIB (21 Dibaca)
Gub Terima Bupati Muba Terpilih
Jumat, 30 Desember 2011  11:30 WIB (97 Dibaca)
Gub Kunjungi Uskup
Selasa, 27 Desember 2011  15:48 WIB (55 Dibaca)
Alex Noerdin Jadi Koordinator APPSI
Selasa, 20 Desember 2011  08:54 WIB (86 Dibaca)
Audiensi Angkasa Pura II
Senin, 19 Desember 2011  10:53 WIB (24 Dibaca)
ALEX TERIMA REGIONAL LEADER OF THE YEAR 2011
Jumat, 16 Desember 2011  10:33 WIB (31 Dibaca)
Kegiatan Gubernur (7/12/2011)
Kamis, 8 Desember 2011  11:22 WIB (95 Dibaca)
SUMSEL TELAH MEMBERIKAN YANG TERBAIK
Selasa, 6 Desember 2011  08:34 WIB (89 Dibaca)

<< August 2010 >>
MingSenSelRabKamJumSab
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031    

Selasa, 15 Maret 2011  10:44 WIB
Rabu, 29 Juli 2009  16:45 WIB
Sabtu, 11 Juli 2009  03:05 WIB

Tim Redaksi Website Gubernur Sumatera Selatan - H.Alex Noerdin, Jl. Kapten Arivai. 
Telp : 0711-311000   
Fax : 0711 -363789
Email : alexnoerdin@sumselprov.go.id
Contact persons : Darlina.