
SFC, Gelar Juara Makin Dekat
Perjuangan keras skuad Sriwijaya FC membuahkan hasil. Laskar Wong Kito berhasil menakklukan rival dekatnya Persipura, Papua. Gelar Juara ISL tinggal menunggu waktu.
Sriwijaya FC semakin dekat dengan gelar juara Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012, setelah berhasil meraih kemenangan atas musuh bebuyutannya, Persipura Jayapura, di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, Minggu (27/5) malam. Gol tunggal Laskar Wong Kito dicetak Keith Kayamba Gumbs melalui titik putih.
Dengan hasil ini, Sriwijaya mantap di puncak klasemen dengan 61 poin atau selisih sembilan angka dari Mutiara Hitam yang baru mengoleksi 52 poin. Tapi, Ponaryo Astaman dan kawan kawan masih punya satu tabungan satu laga. Sriwijaya baru memainkan 26 pertandingan sedangkan Persipura sudah 27 kali.
Pelatih Kepala Sriwijaya FC Kas Hartadi mengatakan, selama 90 menit kedua klub bermain sangat baik dengan melancarkan jual-beli serangan. Akan tetapi, dewi fortuna masih berpihak dengan SFC yang mampu mencetak satu gol.
"Saya berterima kasih kepada pemain yang tak kenal menyerah, sehingga kita unggul dengan gol semata wayang Gumbs," ujarnya.
Dengan kemenangan ini, peluang Sriwijaya FC untuk meraih juara ISL musim ini terbuka lebar. Bila kemenangan demi kemenangan terus diraih Laskar Wong Kito di empat laga berikutnya, SFC akan dapat meraih trofi ISL lebih awal.
"Kemenangan kita melawan Persipura belum berarti SFC juara ISL, akan tetapi kemenangan ini menjadi peluang dan jalan kita terbuka lebar untuk juara," tegasnya.
Kas menambahkan, pertarungan lini tengah sempat dikhawatirkan mengingat kondisi Ponaryo Astaman yang baru sembuh dari cedera saat melawan Persiram beberapa waktu lalu.
"Kondisi Ponaryo masih 80 persen. Namun kehadirannya mampu memperkuat lini tengah. Bersama Lim Joon Sik dia mampu mematikan pergerakan Zah Rahan," pungkasnya.
Asisten Pelatih Persipura Jayapura Mettu Dwaramurry mengatakan, timnya tak kalah dalam pertandingan. Pasalnya, semua pemain bermain sangat baik dan tidak ada yang salah dengan strategi dan permainan timnya.
"Kita sama-sama kuat tapi kita terima hasilnya dan kita puas dengan hasil ini. Meskipun penalti Kayamba tidak semestinya diberikan wasit," ujarnya.
Dengan hasil ini, bagi skuad Mutiara Hitam bukan berarti peluang tertutup untuk menjadi juara ISL musim ini. Sebab, kompetisi sepakbola bukanlah hitungan matematis. "Sepakbola tak bisa diprediksi sebab dinamis kita tidak tau apa yang akan terjadi ke depan," ujarnya.
Bila nanti gelar juara ISL ini lepas dari tanah Papua, maka bagi Persipura posisi runner-up di akhir musim bukanlah hasil yang buruk. "Juara dua itu namanya tetap juara, dan kita bangga bila memang berakhir dengan hasil ini," ungkapnya.
Sementara Pembina SFC H Alex Noerdin mengatakan, kemenangan atas Persipura hampir pasti membuat Sriwijaya merebut gelar juara musim ini. "Juara sudah sangat dekat, kita tinggal terus tampil konsisten saja. Kita ucapkan terimakasih atas dukungan suporter dan penonton yang mendukung SFC," beber Alex.
Usai Pertandingan Alex yang selalu di elu elukan para suporter SFC berkeliling lapangan menyambangi mereka dengan melambaikan tangan didam Presiden SFC Dodi Reza, dalam kesempatan itu juga Alex menjanjikan sejumlah bonus kepada para pemain.
Saling Serang
Bertindak sebagai tuan rumah SFC memeragakan permainan menyerang, sementara Persipura mengandalkan serangan balik melalui umpan-umpan panjang. Lima menit pertandingan berlangsung, Persipura mendapat peluang terlebih dahulu melalui kaki Imanuel Wanggai, namun sayang tendangan Wanggai dari luar kotak penalti masih terlalu lemah sehingga dengan mudah ditangkap penjaga gawang Sriwijaya, Ferry Rotinsulu.
Hingga 15 menit babak pertama, Sriwijaya masih menguasai jalannya pertandingan, sementara Persipura hanya mengandalkan serangan balik melalui Yustinus Pae dan Beto. Pada menit ke-19 melalui serangan balik, Persipura mendapatkan peluang, namun sayang umpan Beto kepada Yustinus yang berada di dalam kotak penalti masih terlalu deras sehingga bola ke luar lapangan.
Terus menekan pertahanan Persipura, akhirnya usaha Sriwijaya membuahkan hasil. Menit ke-30, SFC mendapat penalti setelah wasit Yandri yang memimpin pertandingan menilai M Ridwan dilanggar Bio Paullin di dalam kotak terlarang.
Sriwijaya akhirnya unggu 1-0 setelah pada menit ke-33 Kayamba berhasil mengeksekusi tendangan penalti menjadi gol. Tendangan penalti sempat diulang dua kali karena pada kesempatan pertama wasit menilai pemain Sriwijaya FC Ponaryo Astaman lebih dahulu bergerak, sebelum Kayamba menendang. Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum.
Setelah cenderung bertahan di babak pertama, pelatih Persipura, Jacksen F. Tiago menginstruksikan anak asuhnya untuk lebih banyak melakukan gerakan tanpa bola untuk membuka celah di lini pertahanan Sriwijaya. Hasilnya permainan pun berlangsung lebih terbuka untuk kedua tim.
Kedua tim saling melancarkan serangan dalam tempo cepat mengandalkan kelincahan para pemainnya, sehingga tak heran banyak pelanggaran karena seringnya terjadi benturan. Menit ke-50, Zah Rahan mendapat kesempatan melalui tendangan bebas di sisi kiri pertahanan Sriwijaya, namun tendangan pisangnya mampu dipetik oleh Ferry Rotinsulu.
Selanjutnya menit ke-54, umpan tarik Zah Rahan di sisi kiri penyerangan Persipura disambut Beto yang sudah berdiri bebas di mulut gawang. Tetapi sundulannya melebar ke sisi kiri gawang. Semenit kemudian, Beto kembali mengancam, setelah mendapat kans di kotak penalti. Tetapi lagi-lagi tendangannya gagal menuju gawang.
Menit ke-61 terjadi kemelut di kotak penalti Sriwijaya yang diakhiri tendangan Gerald Pangkali, tetapi bola melambung di atas mistar. Menit ke-71 Ferry melakukan blunder setelah gagal menghalau bola di ujung kotak penalti sebelah kanan.
Untung Louis Kabes yang mengejar, kalah cepat oleh Lim Jung-sik yang langsung membuang bola ke luar lapangan. Menit ke-85 Tinus Pae gagal memaksimalkan peluang yang terjadi di depan gawang Sriwijaya, tendangannya hanya menyamping tipis di kiri gawang Ferry.
Tensi tinggi pertandingan di babak pertama, masih terjadi di babak kedua. Menit ke-55, Nova Arianto terpaksa harus digantikan Ahmad Jupriyanto karena mengalami luka di kepalanya.
Terus ditekan, sebagai tuan rumah, Sriwijaya tidak tinggal diam. Menit ke-58, Hilton berhasil mengelabui Bio untuk mengirim umpan terobosan mendatar kepada M.Ridwan yang lolos dari kawalan, tetapi sayang sepakan M.Ridwan gagal berbuah gol. Begitu pun menit ke-80, Gumbs kalah cepat dari Jae untuk menyambut tendangan penjuru yang dilepaskan Firman Utina. Namun, hingga akhir pertandingan tidak ada lagi gol yang tercipta.
Wasit Yandri mengeluarkan empat kartu kuning dalam pertandingan ini.
Menit ke-67 kartu kuning dihadiahkan untuk ponaryo setelah menjepit Beto dengan dua kaki dari belakang, Beto yang bereaksi negatif setelah mendapat perlakuan tersebut juga diberi peringatan kartu kuning. Menit ke-79 Gerald Pangkali diganjar kartu kuning juga setelah melakukan tekel berbahaya kepada Firman. Lalu menit ke-85, Mahyadi dihukum karena mengganjal keras Tinus Pae yang sedang lari mengejar bola. Keunggulan 1-0 bertahan hingga pertandingan selesai.