
ALEX BUKA SRIWIJAYA EXPO
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin secara resmi membuka South Sumatera Expo 2012, Selasa (15/5), di gedung Sriwijaya Promotion Center (SPC), Jakabaring, Palembang. Pameran tersebut diikuti 136 stand berasal dari jajaran dinas dan badan instansi Pemprov Sumsel serta kota dan kabupaten yang ada di Sumsel. Turut meramaikan stand dari beberapa kabupaten dan kota yang ada di sekitar Provinsi Sumsel. Peresmian pameran ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Sumsel H Alex Nordin dilanjutkan berkeliling stand. Hadir dalam acara pembukaan, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Kementerian Perdagangan RI, Gusmardi Bustami, jajaran Pemprov Sumsel, dan para undangan. Gubernur Sumsel Alex Noerdin menilai, dengan adanya kegiatan ini telah terjadi pergeseran dari ekonomi pertanian ke ekonomi kreatif.
"Pameran ini bagus sekali, tidak hujan, tidak kena angin kencang tapi masih panas dan perlu ditambah AC tahun depan," kata Gubernur. Alex meminta agar acara ini dimanfaatkan sebaik - baiknya untuk peningkatan perekonomian Sumsel, khususnya untuk sektor UKM.
Gubernur berharap melalui even seperti ini akan tumbuh UKM yang mampu memiliki daya saing global. Selain mengungkapkan harapan kepada sektor UKM, Alex juga menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel juga mengharapkan para pengusaha dapat meningkatkan peran kreatif mereka bagi perkembangan ekonomi Sumsel. "Karena pengusaha adalah salah satu tombak perekonomian di Sumsel," kata Alex. Sementara Kadisperindag Sumsel, Nasrun Umar, yang bertanggung jawab terhadap terselenggaranya pameran ini, mengatakan, pameran adalah rangkaian acara dalam perayaan ulang tahun Provinsi Sumsel ke-66, tepatnya pada 15 Mei 2012. Melalui pameran ini diharapkan pembangunan yang sudah terjadi di Sumsel dapat lebih gampang terlihat oleh masyarakat. Selain menceritakan tujuan dari acara ini, Nasrun juga menjelaskan mengenai waktu penyelenggaraan pameran. "Acara ini akan berlangsung 15 hingga 20 Mei mendatang, kita harapkan melalui acara ini akan semakin banyak masyarakat yang cinta dan kenal dengan produk asli Sumsel, selain itu diharapkan melaui acara ini akan ada pembelajaran ke depannya hingga nanti daya saing dari suatu industri akan semakin meningkat," ujar Nasrun sembari menambahkan selama pameran digelar juga pentas seni dan budaya Sumsel. Mengenai target transaksi, Nasrun menuturkan bahwa Pemprov Sumsel tidak mematok target resmi. "Acara ini hanya ajang promosi jadi kami tidak menargetkan angka tertentu, selain itu kami memang pada even kali ini lebih memfokuskan pada sektor UKM," ujar Nasrun. Meski Pemerintah Provinsi Sumsel tidak menetapkan target transaksi dari pameran yang berlangsung, Nurdin, salah seorang peserta pameran, menargetkan angka transaksi Rp30 juta selama pameran. "Ini even pameran skala nasional pertama saya di Sumatera Selatan, selama lima hari ini saya menargetkan dapat melakukan transaksi minimal Rp30 juta," ujar Nurdin yang menjual aksesoris dan merupakan binaan dari Badan Penanaman Modal Jakarta. Pengamatan di lapangan, seluruh stand terisi penuh dan warga banyak mengunjungi stand-stand tersebut. Ada yang sekadar melihat namun tak sedikit yang membeli produk. Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting mengaku siap mengamankan jalannya pameran tersebut. "Jumlah kekuatan pengamanan akan kita sesuaikan dengan kebutuhan, memang beberapa stand, seperti BI, minta pengamanan khusus, tapi kita sudah ada pengamanan umum, ada petugas yang kita tempatkan di sana sekitar 50 orang dan dipantau dengan kegiatan rutin seperti patroli juga diarahkan ke sana," kata Kapolresta.