berita utama

Mie Celor, Kotak Sampah Hijau Bersama Alex Noerdin

Mie Celor, Kotak Sampah Hijau bersama Alex Noerdin

MINGGU, 14  Agustus 2014, langit biru di atas kota Palembang. Suasana pagi sekitar pukul 08  di Pasar 26 Ilir, sebagaimana hari-hari ramai. Pedagang sayur-mayur, hingga ubi dan singkong, penjual bawang sampai cabe, tumplek ke tepi jalan. Mereka berjualan tertata. Beberapa ibu pembeli tampak tawar-menawar.

Di kanan deretan pedagang sayur ada keramaian lain. Ya, pas di depan Warung Mie Celor 26, beberapa orang pengunjung dan tukang becak berteriak, "Pak Alex, Pak Alex."

Pak Alex mereka maksud  adalah Alex Noerdin, Gubernur Sumatera Selatan. Tak biasa Alex berkunjung dan tampil sebagaimana warga kebanyakan. Konon mie celor di kawasan itu acap dikunjunginya. Mengenakan polo shirt putih bergaris-garis hitam, dari jauh saya amati sang gubernur menyalami pengunjung warung. Ia lalu duduk di bagian paling belakang. 

Mie celor dipesan Alex  terkenal dengan mienya  berukuran lebih besar dibandingkan mie biasa, teksturnya  kenyal ketika digigit. Paduan kaldu udang asli, kuahdiracik dengan bumbu khusu; mie, telur rebus, tauge, serta taburan ebi, seledri, dan bawang goreng menciptakan rasa gurih serta nikmat  disantap.

“Pak, satu porsi tidak pakai tauge,“ pintaku kepada pelayan.
Sesekali aku melirik lagi ke belakang, tempat di mana Alex dan beberapa temannya duduk.

Tak sengaja aku mendengar seorang anak lelaki sedang  bercakap kepada ayahnya.

“Ayah.  Wak  yang pakek baju garis-garis putih item  itu Gubernur  kito yo ? Pak Alex kan?’’

“Iyo nak, mangkonyo mantep-manteplah duduk disini, cepet habisi makanannyo, biar kito pacak  befoto samo pak Alex,”

Iyo yah, dulu waktu adek melok lomba nari di Griya Agung adek lah pernah befoto samo Pak Alex yah, di Griya Agung tu makanannyo lemak-lemak  yah, waktu itu ado mie celor jugo. kapan-kapan adek galak nak maen tempat Pak  Alex lagi,”  tutur  anak itu.

Tak bisa kutahan rasa geliku. Aku tersenyu sendiri  mendengarkan cerita polosnya. 

Setelah selesai menyantap Mie Celor , aku bingung disertai gembira, bagaimana tidak,  kali ini  makananku sudah dibayar oleh rombongan Alex Noerdin .

Tidak lupa aku berkata dalam hati, mengucapkan rasa terima kasih karena sudah dibayari oleh Gubernur Sumsel.

Di pagi itu juga, usai makan Mie celor, ku lihat sosok Alex Noerdin telah berdiri di tengah keramaian pasar 26 Ilir Palembang, teriakan para pengunjung pasar pun terdengar jelas di telingaku.

Ado Pak Alex Noerdin oi, ado Pak Alex “

“Pak boleh Foto ? “

“Pak sini, belilah tempe aku ni, baru buat nian pak”

Alex Noerdin terus berjalan mengelilingi emperan pasar itu, sesekali Alex berhenti membeli  sesuatu yang ditawarkan oleh pedagang.

Berapo nian hargo tempe ini,” tanya Alex dengan  senyum merakyatnya
Sambil mengeluarkan beberapa  lembar uang seratus ribu,  Alex mengatakan dirinya ingin memborong dagangan pedagang tempe.

Senyum kegembiraan terlihat jelas dari wajah pedagang tempe,  dia seolah ketiban rezeki yang tidak disangka sangka.

Tidak hanya itu, orang nomor satu di Sumsel ini juga diserbu tukang becak

“Yaa Allah Pak, akhirnyo ketemu jugo aku dengen bapak, mokaseh yo pak waktu Sea Games kemaren sudah ngelibatke aku untuk anter jemput tamu di Jakabaring. Semoga ke depan Sumsel semakin sukses ditangan bapak. Amin,” ujar  Udin pengemudi becak. 

Senyum meronapun dilontarkan Alex Noerdin,  suasana hangat pun mencairkan kondisi kala itu. 

Tidak  jauh dari tempat Alex berdiri, ada sekumpulan pengamen Hadroh sedang berlantun sholawat di pasar 26 ilir.

Tak kusangka. Alex Noerdin menuju ke arah pengamen itu, Alex bergabung di tengah-tengan pengamen untuk ikut mengamen. “Sholaatum bissalam milmubiin  linuqthotit ta’yiin ni yaa ghoroomii,”  Sholawat inilah tampak jelas dilantunkan Alex bersama pengamen Hadroh. 

Suasana pasar mendadak menjadi heboh, tak ada yang percaya bahwa Gubernur Sumatera Selatan ikut turun mengibur pengunjung pasar dengan mengamen. Beberapa orang sengaja mengeluarkan Handphone untuk mengabadikan momen Alex Noerdin mengamen. 

Tidak hanya menggenggam kincringan,  Alex juga memegang kotak sampak hijau di tangan kanannya, kotak sampah hijau itu di gunakan untuk tempat menampung uang saweran hasil mengamen.

Saat itu, usai Alex Noerdin mengamen,  uang yang terkumpul di dalam kotak sampah hijau kurang lebih satu juta rupiah, dan ini tentunya membuat untung para pengamen Hadroh itu. Bahkan, Bupati Muba dua periode itu menawarkan diri untuk diajak kembali mengamen Hadroh bersama.

berita utama lainnya

Sepasang Bola Mata dan Keutuhan NKRI di Griya Agung
Jumat, 3 Februari 2017  15:24 WIB (902 Dibaca)
Ikut Rayakan Imlek di Lima Titik, Alex Noerdin Tebar Perdamaian
Senin, 30 Januari 2017  15:45 WIB (478 Dibaca)
Tanjak Songket di GOR Temenggung Abdul Jamal
Senin, 19 Desember 2016  09:36 WIB (684 Dibaca)
Serasa Nonton Bioskop, Kue Kotak Rasa Popcorn
Kamis, 6 Oktober 2016  09:00 WIB (846 Dibaca)
Teriakan Rindu Kampung Becak Hingga Rebutan Salaman
Rabu, 28 September 2016  09:00 WIB (769 Dibaca)
New York World Economic Forum Tropical Forest Alliance Alex Bicara Soal Perubahan Iklim dan Lanskap Berkelanjutan
Kamis, 22 September 2016  16:00 WIB (668 Dibaca)
Bidan Pali Gerogi Terjun Dihadapan Alex
Selasa, 20 September 2016  09:48 WIB (622 Dibaca)
Musa, Aletta dan Atalie Kado Usia 66 Tahun
Sabtu, 10 September 2016  19:00 WIB (731 Dibaca)
Bocah Penghafal 6.666 Ayat Quran dan Usia 66 Tahun Alex Noerdin
Jumat, 9 September 2016  15:34 WIB (1054 Dibaca)
Perang Lima Hari Lima Malam Berlanjut di Griya Agung
Rabu, 17 Agustus 2016  10:00 WIB (726 Dibaca)
Telok Abang dan 21 Jam Jelang Upacara
Selasa, 16 Agustus 2016  17:00 WIB (683 Dibaca)
Michael dan Fikri Gugup Saat Dikukuhkan
Senin, 15 Agustus 2016  12:52 WIB (1138 Dibaca)

<< August 2016 >>
MingSenSelRabKamJumSab
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031   

Tim Redaksi Website Gubernur Sumatera Selatan - H.Alex Noerdin, Jl. Kapten Arivai. 
Telp : 0711-311000   
Fax : 0711 -363789
Email : alexnoerdin@sumselprov.go.id

          alexnoerdin@alexnoerdin.info


Contact persons : Darlina.