
Sebebenarnya salah apabila masih ada orang beranggapan bahwa Inovasi
harganya mahal dan sulit, melainkan sebaliknya inovasi adalah sesatu
yang sangat menguntungkan apabila dilakukan dengan baik.
Hal itu dikemukakan Presiden susilo Bambang Yudhoyono pada Puncak
Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas), Rabu
(10/8) di Graha Widya Bahkti Pupitek Serpong Tangerang Banten.
Menurut Presiden Inovasi malah sebenarnya akan sangat menguntungkan
apabila diperuntukan kepada kepentingan Rakyat, seperti tema
peringatan Hakteknas kali ini yaitu "Inovasi untuk kesejahteraan
Rakyat". Karena Inovasi yang diunggulkan adalah yang berpihak dalam
pertumbuhan ekonomi, membuka kesempatan kerja, mengentaskan kemiskinan
dan berwawasan lingkungan. Oleh karena itu Presiden berharap agar ada
kolaborasi antara pembanguan Teknologi dengan pembangunan ekonomi dan
hal ini harus berjalan secara beriringan, karena pembangunan ekonomi
yang dibarengi oleh pembangunan akan menghasilkan kekuatan ekonomi
yang sesungguhnya, masih menurut Presiden kegiatan Risert dan
pengembangan teknologi harus difokuskan kepada upaya pemenuhan
kebutuhan bagi para pengguna dan kontribusi nyata teknologi terhadap
pertumbuhan ekonomi diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan
Rakyat.Pada bagian lain Presiden mengingatkan yang perlu menjadi
perhatian kedepan diantaranya adalah masalah keamanan pangan, keamanan
energi dan perubahan fundamental ekonomi. Hal ini tentunya sangat
membutuhkan inovasi teknologi, seperti pada masalah pangan maupun
energi kita tidak bisa mengandalkan energi fosil semata tetapi kita
harus terus berinovasi untuk menemukan energi terbarukan, begitu juga
pangan. Karena Menurut Presien pada tahun 2025 kebutuhan energi akan
disumbang 17 % oleh energi terbarukan dan pada tahun 2045 penduduk
dunia akan mencapai 9 milyar dan ini akan membutuhkan tambahan energi
sebesar 60 %.
Sedangkan untuk menghadapi soal pangan kita harus mampu mencapai
surplus pangan antara 5 hingga 10 juta ton pertahun, oleh karena itu
sentra sentra produksi pangan terus dibuka. Untuk menjawab semua itu
menurut Presiden akan dibuka lembaga lembaga Risert didaerah.
Peringatan Hakteknas yang dihadiri Menko Kesra Agung Laksono dan Menko
Perekonomian Hatta Radjasa juga dihadiri Sejumlah Menteri Kabinet
Indonesia bersati II serta Mantan Presiden yang juga mantan Menristek
BJ Habibi.
Dalam kesempatan itu juga diberikan sejumlah penghargaan sebagai
bentuk apresiasi Pemerintah terhadap berbagai capaian dalam
pemanfaatan, penguasaan dan pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi
dan salah satunya kepada Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin yang
merupakan satu satu Gubernur Penerima Penghargaan berupa Anugerah
Iptek tahun 2011 Pranata Litbang (Prayogasala) dalam Kategori Lembaga
Litbang Daerah.
Menristek Suhana Surya Pranata dalam laporanya mengatakan Peringatan
Hakteknas dimaksudkan sebagai wahana menumbuhkan budaya masyarakat
yang kondusif bagi tumbuh kembang sistem inovasi nasional, Budaya yang
mencerminkan nilai nbilai iptek yang obyektif, rasional; maju, unggul
dan mandiri disamping sebagai ajang sosialisasi untuk membangkitkan
daya kreasi dan inovasi yang diharapkan menjadi modal dasar dalam
upaya meningkatkan kesejahteraan dan peradaban bangsa.
Sementara itu Gubernur SUmsel H alex Noerdin diminta tanggapanya usai
menerima penghargaan mengatakan, penghargaan ini adalah ,erupakan
bentuk apresiasi Pemerintah Pusat kepada daerah yang nantinya
diharapkan akan dapat menjadi pemcu untuk berbuat lebih baik lagi.
Menanggapi masalah keamanan pangan seperti yang diuangkapkan Presiden
menurut Alex daerahnya adalah merupakan salah satu penyangga pangan
nasional dan hal ini dibuktikan dengan penghargaan ketahanan pangan
yang telah diterima pihaknya 2 tahun berturut turut, sedangkan untuk
masalah energi Sumsel memiliki banyak kandungan energi berskala besar
bahkan diantara separuh dari cadangan nasional ada di Sumsel seperti
batubara, gas, minyak dan panas bumi.
Sebelum menerima penghargaan Gubernur H Alex Noerdin didampingi Kepala
Balitbang Prov Sumsel Ekowati Retnaningsih dan Sekretaris Balitbang Hj
Ernila Rizar meninjau stand Pameran Iptek Sumsel yang digelar
dipelatan Graha Widya Bhakti.
Foto : Untung Sarwono/Humas/Web Site : Ahlul Fikri/Aptel/Dishubkominfo Pemprov Sumsel
Pemutakhiran Terakhir :
Kamis, 18 Agustus 2011 09:21 WIB